“Kapan kamu petik kembangmu? Ibu sudah ga sabar nunggu
panenan. Punya kembang-kembang kecil lucu yang bisa ibu timang-timang. Coba
kamu bayangkan – ”
“Hehehe, ya kan kembangnya masih dipilih bu”
Anak lelaki ibu hanya bisa menjawab diplomatis.
Di
sampingnya ada perempuan, sekretaris anak lelaki ibu.
Dalam hati perempuan itu
hanya menggerutu.
“Seandainya kau tahu mas, kembangmu ini kembang api. Masih
kau pilih kembangmu, apinya sudah meledak di dada ini.”
Kedoya, 25 September 2014
No comments:
Post a Comment
Kalo mau komen pake bahasa yang santun dan sopan ya saudara-saudari!